Perjalanan dan Pengalaman Kami Mengembangkan Usaha Bordir Kaligrafi dan Replika Kiswah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kami ingin berbagi pengalaman mengenai perjalanan kami menekuni usaha kerajinan bordir di Semarang, khususnya dalam mengembangkan bordir kaligrafi dan replika kiswah Ka’bah.
Awal Mula Usaha Bordir
Kami mulai membuka usaha bordir pada tahun 1994. Pada waktu itu, usaha yang Kami jalankan belum berkaitan dengan kaligrafi. Kami lebih banyak mengerjakan bordir untuk kebutuhan industri konveksi. Saat itu cukup banyak usaha konveksi di Semarang yang mempercayakan pekerjaan bordirnya kepada Kami.
Usaha tersebut berjalan dengan baik selama beberapa tahun. Namun, menjelang akhir tahun 1990-an, terutama ketika terjadi krisis dan berbagai gejolak ekonomi pada sekitar tahun 1998, kondisi industri konveksi mulai berubah. Produk-produk impor, termasuk dari Tiongkok, semakin banyak masuk ke pasar Indonesia. Persaingan menjadi semakin ketat dan banyak usaha konveksi yang akhirnya berhenti beroperasi.
Kondisi tersebut membuat Kami berpikir bahwa Kami harus memiliki produk yang berbeda dan tidak mudah bersaing hanya berdasarkan harga. Dari situlah muncul gagasan untuk mengembangkan bordir kaligrafi.
Mengapa Memilih Bordir Kaligrafi?
Kami melihat bordir kaligrafi memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi sehingga tidak mudah ditiru. Menurut pengalaman Kami, membuat kaligrafi dengan teknik bordir bukan hanya membutuhkan kemampuan mengoperasikan mesin atau keterampilan membordir.
Seorang pembuat bordir kaligrafi juga harus memahami khat dan kaidah penulisan kaligrafi Arab.
Keterampilan membordir membutuhkan jam terbang yang panjang, sedangkan penulisan kaligrafi memiliki aturan tersendiri. Bentuk, proporsi, sambungan, dan susunan huruf tidak boleh dibuat sembarangan. Kaligrafi memiliki kaidah yang harus dipahami agar tulisan yang dihasilkan tidak hanya indah, tetapi juga benar.
Karena itu, Kami melihat perpaduan antara keterampilan bordir dan kemampuan menulis khat kaligrafi sebagai keahlian khusus yang dapat menjadi pembeda sekaligus mengurangi persaingan langsung dengan produk bordir biasa.
Memulai Produk Kaligrafi Bordir
Sebelum membuat replika kiswah, produk pertama yang Kami kembangkan antara lain berupa Ayat Kursi, Asmaul Husna, Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Fatihah, dan berbagai kaligrafi lainnya.
Pada awalnya pemasaran tidak mudah. Kami pernah membawa hasil karya tersebut untuk ditawarkan di sekitar Masjid Agung, tetapi ternyata belum mendapatkan pembeli sehingga karya-karya itu Kami bawa pulang kembali.
Menariknya, justru pembeli pertama datang secara tidak terduga. Ketika ada seorang konsumen datang untuk memesan bordir nama secara khusus, ia melihat karya kaligrafi yang Kami simpan. Konsumen tersebut tertarik dan akhirnya membeli karya itu.
Pengalaman tersebut semakin meyakinkan Kami bahwa bordir kaligrafi memiliki pasar tersendiri.
Memanfaatkan Facebook dan Instagram
Seiring berkembangnya teknologi internet, Kami mulai memanfaatkan Facebook dan Instagram sebagai sarana pemasaran.
Hasilnya cukup baik. Dari media sosial mulai berdatangan konsumen yang memesan berbagai kaligrafi secara khusus atau custom, mulai dari Surat Al-Ikhlas, Al-Fatihah, Ayat Kursi, Asmaul Husna, hingga berbagai tulisan kaligrafi dengan ukuran yang berbeda-beda.
Kami berusaha menyediakan produk dengan harga yang tetap terjangkau.
Untuk pengiriman hiasan dinding ke luar kota, biasanya produk tidak kami sertakan dengan bingkai atau frame. Produk dikirim dalam bentuk kain bordir untuk mengurangi risiko kerusakan atau pecah selama perjalanan.
Salah satu pelanggan yang telah lama bekerja sama dengan kami berasal dari Tangerang dan memiliki toko di Shopee dengan nama Ahmad Faiz 08. Kerja sama tersebut telah berlangsung sekitar sepuluh tahun dan masih berjalan hingga sekarang.
Mulai Mengembangkan Replika Kiswah Ka’bah
Setelah mengembangkan berbagai jenis kaligrafi, Kami kemudian memiliki gagasan untuk membuat replika kiswah Ka’bah dengan desain yang sedekat mungkin dengan kiswah aslinya di Makkah.
Untuk mewujudkannya, Kami mengumpulkan berbagai dokumentasi dan referensi mengenai Ka’bah. Kami mempelajari posisi kaligrafi, komposisi ornamen, hingga ayat-ayat Al-Qur’an yang terdapat pada bagian-bagian tertentu kiswah.
Hal tersebut penting karena Kami tidak ingin membuat replika secara sembarangan. Misalnya, pada bagian tertentu terdapat rangkaian ayat dari Surat Al-Baqarah ayat 123 sampai 125. Penempatan dan susunannya harus diperhatikan.
Bagi Kami, replika kiswah bukan sekadar dekorasi. Ketepatan tulisan, ayat, posisi, dan ornamen menjadi bagian penting dari kualitas karya. Apalagi banyak konsumen yang sudah pernah berkunjung ke Makkah dan melihat Ka’bah secara langsung.
Karya Replika Kiswah di Berbagai Masjid
Seiring waktu, pesanan replika kiswah semakin berkembang. Banyak pelanggan berasal dari masjid-masjid, terutama di wilayah Jawa Timur.
Beberapa karya kami antara lain digunakan di Masjid Darussalam Mojokerto, yang dikenal dengan sebutan Madasa dan berada di jalur nasional Madiun–Surabaya. Karya lainnya terdapat di Masjid Al-Hidayah Gondangsari, Mojokerto, serta beberapa lokasi lain di kawasan Mojosari.
Pesanan juga datang dari Surabaya, Tulungagung, dan Gresik. Di Tulungagung, salah satu karya berada di Masjid As-Shafa, di jalur nasional menuju Trenggalek. Sementara di Gresik terdapat beberapa lokasi, antara lain di kawasan Manyar dan Masjid Agung K.H. Ahmad Dahlan Sidayu.
Di Semarang sendiri, karya kami juga digunakan di beberapa masjid, termasuk masjid di kawasan Penggaron dan masjid di lingkungan Universitas Semarang (USM).
Jumlah karya kiswah untuk dekorasi masjid, khususnya pada bagian mihrab atau tempat imam, saat ini sudah sangat banyak dan tersebar di berbagai daerah.
Replika Ka’bah Terbesar yang Pernah Dikerjakan
Salah satu karya replika Ka’bah terbesar yang pernah Kami kerjakan berada di Madiun, di sebuah lokasi yang pada waktu itu dikenal dengan nama PRC dan berada di sekitar kawasan depan Balai Kota.
Replika tersebut memiliki ukuran sekitar 6 meter × 7 meter dan dibuat mengelilingi empat sisi Ka’bah.
Sampai saat itu, karya tersebut merupakan salah satu proyek replika Ka’bah terbesar yang pernah Kami kerjakan.
Kami juga pernah mengerjakan replika kiswah dengan ukuran mendekati ukuran asli, yaitu sekitar 3,3 × 6 meter. Salah satu pesanan terbaru dengan ukuran tersebut dikirim ke daerah Tuban. Ukuran yang sama juga pernah digunakan untuk karya seperti yang terdapat di Masjid Namira Balikpapan Baru.
Untuk pekerjaan sebesar itu, proses produksinya membutuhkan waktu kurang lebih empat bulan.
Membuat Al-Qur’an Bordir Berukuran Besar
Salah satu pengalaman yang paling berkesan dalam perjalanan usaha ini terjadi pada tahun 2013, ketika Kami terlibat dalam pembuatan Al-Qur’an berukuran sangat besar dengan teknik bordir.
Ukuran bidang bordirnya sekitar 110 × 160 cm, sedangkan kain yang digunakan berukuran sekitar 120 cm × 2 meter. Desainnya dibuat oleh seorang seniman dari Yogyakarta.
Karya tersebut kemudian ditempatkan sebagai salah satu objek wisata di kawasan Cinangneng, Tenjolaya, Bogor.
Pesanan dari Luar Negeri
Pada masa pengerjaan Al-Qur’an bordir tersebut, pesanan dari luar negeri juga mulai berdatangan.
Salah satunya berasal dari Lebanon. Dalam satu kali pemesanan, jumlahnya sekitar 15 item dengan nilai transaksi ketika itu kurang lebih Rp75 juta.
Setelah Lebanon, pesanan juga datang dari berbagai negara lainnya, antara lain Turki, Inggris, Pakistan, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Pada sekitar tahun 2013, pembayaran dari pelanggan luar negeri masih banyak dilakukan menggunakan Western Union. Sistem pembayaran yang kami terapkan biasanya berupa uang muka sebesar 50 persen, sedangkan biaya pengiriman internasional umumnya ditanggung oleh pembeli.
Pengalaman tersebut membuktikan bahwa kerajinan bordir kaligrafi yang dibuat secara manual dan memiliki karakter khas sebenarnya memiliki peluang pasar yang cukup luas, termasuk untuk pasar internasional.
Menerima Pesanan Custom
Selain replika kiswah dan dekorasi mihrab masjid, kami juga menerima berbagai pesanan khusus, termasuk replika pintu Ka’bah dalam berbagai ukuran. Harga disesuaikan dengan ukuran, tingkat kerumitan desain, serta status pembeli.
Setiap pesanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, baik ukuran, komposisi ornamen, maupun bentuk aplikasinya.
Proses Produksi dan Bahan yang Digunakan
Sampai sekarang, sebagian besar pekerjaan kami kerjakan bersama istri.
Dalam pembagian pekerjaan, Kami lebih berkonsentrasi pada pembuatan khat atau tulisan kaligrafi, sedangkan istri lebih banyak mengerjakan ornamen dan unsur dekoratif.
Untuk menjaga kualitas produk, kami memilih bahan yang menurut pengalaman kami memberikan hasil terbaik. Untuk kain, kami menggunakan beludru Contessa, sedangkan untuk benang bordir kami menggunakan Star Elephant, merek yang telah kami gunakan sejak lama karena kualitas dan hasil bordirnya.
Lama pengerjaan setiap produk tidak dapat disamaratakan. Kami harus terlebih dahulu melihat ukuran, luas bidang bordir, detail kaligrafi, jumlah ornamen, serta tingkat kerumitan desain.
Sebagai gambaran, pengerjaan replika kiswah berukuran sekitar 330 × 600 cm dapat membutuhkan waktu kurang lebih empat bulan apabila dikerjakan oleh dua orang.
Menjaga Keaslian dan Kualitas Karya
Perjalanan sejak tahun 1994 mengajarkan Kami bahwa sebuah usaha kerajinan harus memiliki karakter, keahlian, dan pembeda.
Bagi Kami, kekuatan bordir kaligrafi bukan hanya terletak pada kemampuan menjalankan mesin bordir. Di dalamnya terdapat keterampilan tangan, pengalaman bertahun-tahun, pemahaman terhadap khat, ketelitian dalam menulis ayat Al-Qur’an, pemilihan bahan, hingga kemampuan menerjemahkan bentuk dan ornamen kiswah ke dalam karya bordir.
Dari usaha bordir konveksi, kemudian berkembang menjadi kaligrafi, replika kiswah, dekorasi mihrab, pintu Ka’bah, replika Ka’bah hingga karya Al-Qur’an bordir berukuran besar, semuanya merupakan proses yang berkembang sedikit demi sedikit selama puluhan tahun.
Alhamdulillah, karya-karya tersebut kemudian dapat digunakan oleh berbagai masjid dan pelanggan di banyak daerah di Indonesia, bahkan pernah menjangkau konsumen dari sejumlah negara.
Harapan Kami, kerajinan bordir kaligrafi dan replika kiswah ini dapat terus dikembangkan, bukan hanya sebagai produk komersial, tetapi juga sebagai karya seni Islami yang memiliki nilai keindahan, ketelitian, keahlian, dan manfaat bagi masyarakat.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Rifai & Istri
